Situs Wilmartoto – Pengguna internet di India semakin mengandalkan penggunaan suara, seperti catatan suara dan pencarian suara. Namun, mengubah kebiasaan ini menjadi bisnis AI yang dapat diperluas menghadapi tantangan besar, terutama karena kerumitan bahasa dan pola monetisasi yang tidak merata. Startup Wispr Flow berusaha mengatasi tantangan ini dengan memasuki pasar India, yang kini menjadi area pertumbuhan tercepat bagi mereka.
Berdasarkan informasi dari CEO Wispr Flow, Tanay Kothari, pertumbuhan di India meningkat pesat berkat peluncuran model suara Hinglish, yang merupakan campuran Hindi dan Inggris. Wispr Flow berencana memperluas dukungan multibahasa dan melakukan rekrutmen lokal untuk menargetkan pengguna di berbagai kalangan, termasuk pengguna rumahan.
Awal tahun ini, Wispr Flow memulai pengujian beta untuk model suara Hinglish dan meluncurkan aplikasi mereka di platform Android, yang mendominasi pasar mobile di India. Sebelumnya, produk ini tersedia di Mac dan Windows, dengan rencana untuk mengembangkan akses ke iOS di masa depan. Meskipun awalnya digunakan oleh para profesional, kini mereka mulai melihat penggunaan yang lebih luas, termasuk di kalangan mahasiswa dan pengguna yang lebih tua.
Sejak kampanye peluncuran terbarunya, Wispr Flow mencatat lonjakan pertumbuhan sekitar 100% dalam pengguna aktif. Kothari mengatakan bahwa mereka berusaha untuk menjadikan produk ini lebih terjangkau, dengan harga sekitar ₹320 per bulan, jauh lebih rendah dibandingkan harga global. Rencana jangka panjangnya pun mencakup penurunan biaya lebih lanjut agar lebih banyak orang dapat mengakses teknologi ini.
Dengan adanya tantangan dalam mengadopsi teknologi suara di India yang beragam secara linguistik, Wispr Flow menggandeng pakar linguistik untuk meningkatkan model suara mereka. Meskipun pasar India menawarkan potensi besar, kendala dalam pemahaman konteks dan akurasi dalam berbagai aksen menjadi hambatan yang harus diatasi.

