Situs Wilmartoto – Presiden Donald Trump beserta delegasi pejabat Amerika Serikat meninggalkan Beijing setelah melakukan dua hari pembicaraan tingkat tinggi dengan pemerintah China yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping. Keberangkatan tersebut berlangsung pada hari Jumat, di mana rombongan memasuki Air Force One setelah melewati proses penyitaan beberapa barang yang diperoleh selama kunjungan.
Sebelum penerbangan, staf Gedung Putih dan wartawan diminta untuk menyerahkan barang-barang seperti ponsel sementara, lencana identitas, dan pin yang diberikan oleh pihak China. Pengembalian barang-barang tersebut dilakukan dengan cara membuangnya ke dalam sebuah wadah di bawah tangga pesawat, seperti yang dilaporkan oleh seorang jurnalis dalam kolom pers Gedung Putih.
Emily Goodin, koresponden Gedung Putih untuk media, menyatakan bahwa tidak diperkenankan membawa barang-barang dari China ke dalam pesawat. Foto-foto dari perjalanan tersebut menunjukkan beberapa anggota delegasi pemerintahan AS, termasuk Trump, direktur komunikasi Gedung Putih, serta sejumlah CEO perusahaan teknologi, mengenakan pin di jas mereka.
Belum ada penjelasan resmi mengenai alasan di balik penghapusan barang-barang tersebut, namun diduga langkah ini diambil demi alasan keamanan. Meskipun pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, China tetap menjadi satu di antara pemangku kepentingan yang dianggap sebagai pesaing utama bagi Amerika Serikat, mengingat kemampuan intelijen dan spionase yang dimilikinya. Amerika dan sekutunya telah lama menuduh China melakukan spionase serta serangan siber.
Dugaan bahwa beberapa barang yang diberikan mungkin dilengkapi perangkat penyadap tidaklah berlebihan, sementara ponsel sementara yang digunakan juga berpotensi menjadi sasaran selama kunjungan tersebut. Sunguhpun demikian, perwakilan Gedung Putih belum memberikan tanggapan terkait masalah ini.

