CTO Microsoft Bersaksi soal Email dalam Tuduhan Elon Musk

CTO Microsoft Bersaksi soal Email dalam Tuduhan Elon Musk | Apps

Situs Wilmartoto – Kevin Scott, Chief Technology Officer (CTO) Microsoft, memberikan kesaksian dalam persidangan yang berlangsung pada Rabu, menanggapi kontroversi seputar email internal yang dikutip oleh tim pengacara Elon Musk. Dalam kasus ini, Musk menuduh bahwa Microsoft tahu tentang perubahan misi OpenAI dari lembaga nirlaba menjadi entitas profit sebelum menginvestasikan miliaran dolar ke perusahaan tersebut.

Email yang dikirim Scott pada 7 Maret 2018, menyatakan kekhawatirannya bahwa para donor besar OpenAI mungkin tidak menyadari rencana tersebut, serta mempertanyakan keanehan jika upaya nirlaba itu bertransformasi menjadi usaha tertutup, berorientasi laba. Musk berargumen bahwa Sam Altman dan OpenAI telah mengamankan dana darinya untuk mendirikan laboratorium AI nirlaba dan kemudian mengubahnya menjadi entitas profit dengan dukungan Microsoft.

Dalam kesaksiannya, Scott menjelaskan bahwa ia khawatir tentang posisi OpenAI dalam persaingan AI antara Microsoft dan Google serta tidak membahas lebih jauh mengenai misi OpenAI. Ia menyebut bahwa donor yang ia maksud adalah Reid Hoffman, pendiri LinkedIn, bukan Musk. Scott juga mengungkapkan fakta penting yang baru diketahui setelah makan malam bersama Altman dan eksekutif Microsoft lainnya, di mana ia menemukan bahwa Hoffman berinvestasi di entitas profit baru OpenAI.

Lebih jauh, Scott mengonfirmasi bahwa Microsoft membutuhkan OpenAI untuk mempertahankan daya saingnya dalam AI, mencatat bahwa tanpa OpenAI, Microsoft akan menghadapi kesulitan dalam mengembangkan program AI-nya sendiri. Persetujuan investasi sebesar $1 miliar oleh dewan Microsoft juga menjadi sorotan, di mana perusahaan memperkirakan bahwa kolaborasi ini memiliki potensi ekonomi yang besar, dengan total pengeluaran terkait OpenAI mencapai lebih dari $100 miliar menurut kesaksian lainnya.

Sidang dilanjutkan dengan pengacara Musk yang mempertanyakan pengendalian Microsoft atas proses transformasi OpenAI, sementara Scott mengindikasikan bahwa Microsoft tidak menyadari pelanggaran apapun dalam due diligence mereka. Persidangan ini diperkirakan akan berakhir dengan argumen penutupan pada hari Kamis, diikuti oleh deliberasi juri.