Situs Wilmartoto – Zillow Group merayakan ulang tahun ke-20 dengan pengumuman ambisi baru yang lebih besar. CEO Jeremy Wacksman menyatakan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) merupakan langkah strategis yang lebih signifikan dibandingkan pergeseran ke platform mobile. Wacksman menjelaskan bahwa AI akan membuat layanan mereka lebih cerdas, personal, dan mampu mengurangi birokrasi serta kesalahan dalam proses transaksi properti.
Zillow, yang dikenal sebagai platform pencarian rumah, saat ini berusaha menciptakan aplikasi super yang akan mengintegrasikan seluruh pengalaman membeli rumah dalam satu ekosistem. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pembeli, agen, dan pemberi pinjaman selama proses yang sering kali menegangkan. Lebih dari 200 juta pengunjung menggunakan aplikasi dan situs Zillow setiap bulannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Zillow fokus pada inovasi di sektor hipotek dan penyewaan dengan pertumbuhan masing-masing 36% dan 41% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan dari iklan masih dominan, perusahaan terus mencari cara untuk menyederhanakan proses pembelian rumah. Wacksman mencatat, lebih dari setengah pembeli mengalami stres berat selama transaksi.
Zillow juga mengakui bahwa AI menjadi pusat bagi strategi aplikasi super mereka. CTO David Beitel menekankan bahwa teknologi baru ini telah mengubah cara perusahaan berinteraksi dengan pelanggan dan mengelola data internal. Mereka even menggunakan alat AI untuk membantu agen real estat dalam menyusun dan mengirim pesan otomatis kepada klien, yang diharapkan dapat meningkatkan konversi.
Namun, jalan yang dilalui bukan tanpa rintangan. Zillow menghadapi tantangan hukum terkait kekuasaan dominan di pasar perumahan, serta kritik dari berbagai pihak mengenai kontrol satu platform atas ekosistem digital properti. Meski demikian, Wacksman tetap optimis, mengklaim bahwa proses inovasi dan pertumbuhan perusahaan tidak terpengaruh oleh kondisi makroekonomi yang ada.

