Situs Wilmartoto – Para ilmuwan saraf di Jepang dan Allen Institute di Seattle telah mencapai kemajuan signifikan dengan menciptakan simulasi otak virtual yang menghidupkan aktivitas korteks tikus. Simulasi yang dijalankan di superkomputer tercepat di dunia ini bertujuan untuk memahami mekanisme penyakit seperti Alzheimer dan epilepsi, serta membuka jalan menuju pemahaman kesadaran.
Dalam sebuah penelitian yang dipresentasikan di konferensi SC25, Anton Arkhipov, peneliti dari Allen Institute, menyatakan bahwa proyek ini menunjukkan potensi besar untuk menciptakan model yang lebih besar dengan ketelitian yang tinggi. Simulasi ini mencakup hampir 10 juta neuron yang terhubung oleh 26 miliar sinus, menciptakan gambaran mendetail tentang cara neuron berinteraksi.
Proyek ini menggunakan data dari Allen Cell Types Database dan Allen Connectivity Atlas, yang dimasukkan ke dalam superkomputer Fugaku. Fugaku mampu melakukan lebih dari 400 kuadriliun operasi per detik, menghasilkan model 3D dari aktivitas neuron dalam waktu hanya 32 detik untuk mensimulasikan satu detik aktivitas nyata.
Meskipun demikian, para peneliti mengakui bahwa lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk membuat model yang bisa melacak perkembangan penyakit neurologis. Saat ini, model belum mencakup aspek penting seperti plastisitas otak dan efek neuromodulator.
Arkhipov menegaskan bahwa tujuan jangka panjang adalah untuk mensimulasikan keseluruhan otak, bukan hanya korteks. Sementara korteks tikus memiliki sekitar 10 juta neuron, satu otak tikus secara keseluruhan memiliki sekitar 70 juta neuron, dan satu otak manusia memiliki sekitar 21 miliar neuron.
Dengan kemajuan ini, para peneliti optimis bahwa simulasi otak yang lebih besar mungkin dapat dilakukan dalam waktu dekat, namun tetap memerlukan data eksperimental yang lebih banyak untuk mencapai akurasi biologis.

