Situs Wilmartoto – Submersible Titan milik OceanGate mengalami insiden saat melakukan penyelaman ke bangkai Titanic pada tahun 2022. Fred Hagen, seorang spesialis misi yang berada di dalam submersible tersebut, memberikan keterangan terkait insiden yang terjadi saat hearing di Carolina Selatan mengenai penyebab kehilangan submersible dan awaknya yang terjadi tahun lalu.
Hagen menjelaskan bahwa submersible tersebut tersangkut sejenak di bangkai Titanic. “Kami terjebak untuk beberapa menit,” ucapnya. Penyelidikan oleh Dewan Investigasi Maritim Coast Guard sedang berlangsung untuk mengevaluasi perkembangan Titan yang berbasis di Everett, Washington, guna mencegah terulangnya tragedi bawah laut serupa di masa depan.
Kecelakaan fatal tahun lalu menewaskan lima orang, termasuk CEO OceanGate Stockton Rush dan eksplorator Titanic berpengalaman P.H. Nargeolet. Selama dua kali penyelaman yang diikuti Hagen, submersible pernah mengalami masalah, seperti malfungsi thruster dan terjebak di reruntuhan Titanic.
Hagen menyebut bahwa tim pendukung di permukaan menjadi khawatir dan meminta mereka untuk segera naik ke atas setelah terjebak. Walaupun situasi tersebut tampak serius saat itu, Hagen menyatakan bahwa Nargeolet tidak terlalu khawatir dan dengan cepat berhasil membebaskan submersible dari reruntuhan.
Selain insiden tersebut, terdapat juga laporan mengenai suara keras yang terdengar ketika submersible muncul ke permukaan setelah penyelaman. Hagen menegaskan bahwa kekhawatiran terkait suara tersebut mereda setelah submersible diperiksa dan tidak ditemukan kerusakan.
Beberapa insinyur yang terlibat dalam proyek ini mengungkapkan bahwa OceanGate tidak melakukan upaya untuk mendapatkan sertifikasi bagi submersible Titan, yang dianggap penting untuk menjamin standar keselamatan operasional. Penggunaan sistem navigasi yang dianggap tidak efektif juga menjadi sorotan, dengan seorang kontraktor teknologi menyatakan bahwa aspek keselamatan dalam operasional OceanGate patut dipertanyakan.

