Situs Wilmartoto – Gerakan Make America Healthy Again (MAHA) kini menyasar sektor pakaian, menyoroti penggunaan kain katun sebagai alternatif yang lebih sehat. Penasihat Pertanian, Brooke Rollins, menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya berbicara soal makanan, tetapi juga tentang apa yang kita kenakan. Menurutnya, selama bertahun-tahun, pekerjaan tekstil di Amerika telah dialihkan ke luar negeri, sementara bahan sintetis mendominasi pasar. Untuk itu, Departemen Pertanian meluncurkan program baru bernama “Great American Cotton Plan”, yang menyediakan subsidi bagi petani katun lokal serta mendukung produksi dalam negeri.
Program ini diharapkan dapat mengubah pola perdagangan yang lebih baik dengan negara lain dan mendorong masyarakat untuk beralih ke produk katun. Fokus pada pakaian katun ini datang di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap bahan alami, seperti katun dan wol, dibandingkan dengan bahan sintetis yang umum pada mode cepat.
Namun, ada juga tantangan yang dihadapi. Beberapa petani katun mengeluhkan tarif dan biaya produksi yang semakin tinggi. Sementara itu, influencer di media sosial mengekspresikan kekhawatiran tentang bahan pakaian berbasis petroleum, dengan mempromosikan produk katun sebagai pilihan lebih aman. Meskipun demikian, para ahli menyatakan bahwa bukan semua kain katun lebih aman, karena proses pemrosesan kadang melibatkan bahan kimia, termasuk formaldehida.
Sikap skeptis muncul dari beberapa influencer MAHA yang percaya bahwa rencana ini justru menguntungkan industri pertanian beracun, dan mereka lebih memilih praktik pertanian organik. Dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap bahan pakaian, muncul banyak merek dengan label “low tox” dan “natural” yang menawarkan produk dengan klaim keamanan, meskipun sering kali tidak teratur. Penekanan pada pakaian katun ini, meskipun bermanfaat, tetap menghadapi berbagai tantangan dan kontroversi.

