Bersaing dengan Trump: Tantangan Besar untuk CEO Baru Disney

Bersaing dengan Trump: Tantangan Besar untuk CEO Baru Disney | Tech

Situs Wilmartoto – Disney mengalami krisis kebebasan berekspresi yang melibatkan pemerintah AS. CEO Disney yang baru, Josh D’Amaro, tidak hanya sibuk mengembangkan strategi untuk Disney Plus, tetapi kini terlibat dalam ketegangan dengan pemerintahan Trump mengenai penyelidikan terhadap program talk show “The View.” ABC, jaringan yang dimiliki Disney, telah mengklaim bahwa investigasi tersebut melanggar hak-hak Amendemen Pertama mereka.

Penyelidikan ini berfokus pada apakah “The View” melanggar aturan “equal time,” yang mewajibkan penyiar untuk memberikan waktu yang sama kepada kandidat politik yang bersaing. Program tersebut menampilkan segmen-segmen dari kandidat Partai Demokrat menjelang pemilihan paruh waktu, tanpa melibatkan politisi Republik. ABC menyatakan bahwa pemberian pengecualian aturan ini adalah suatu hal yang berlaku lebih dari dua dekade, mengingat program ini berfungsi sebagai program wawancara berita yang sah.

ABC juga menuduh bahwa tindakan FCC dapat mengekang kebebasan berbicara di masa depan, dengan risiko pemerintah memilih perspektif yang akan diatur dan yang tidak. Dalam konteks ini, D’Amaro menghadapi tantangan untuk membela kebebasan berbicara di era pemerintahan yang memicu polarisasi.

Tindak lanjut ini bukanlah yang pertama kali bagi Disney. Sebelumnya, FCC telah mengancam untuk mencabut lisensi siaran bagi stasiun yang menyiarkan “Jimmy Kimmel Live!” setelah acara tersebut menayangkan lelucon yang dianggap menyinggung. Kini, D’Amaro harus menghadapi kenyataan bahwa perusahaannya mungkin terjebak dalam pertarungan hukum yang panjang dan melelahkan. Jika ia ingin membuktikan komitmennya terhadap perusahaan dan karyawan, ia perlu bersiap menghadapi semua tantangan ini, apapun yang terjadi.