Situs Wilmartoto – Universitas Washington telah memilih kelompok kedua startup untuk program Climate Tech Incubator. Para pendiri startup ini fokus pada berbagai tantangan keberlanjutan, seperti meningkatkan adopsi kendaraan elektrik, mengurangi penggunaan plastik, mendukung produksi pangan lokal, serta mengembangkan strategi iklim yang cerdas untuk kota-kota.
Program berdurasi enam bulan ini berlangsung di Seattle Climate Innovation Hub, sebuah kemitraan publik-swasta yang terletak di pusat kota Seattle. Tempat ini tidak hanya mendukung kewirausahaan iklim, tetapi juga menyelenggarakan berbagai acara publik secara rutin.
Sebanyak delapan startup tahap awal yang terlibat dalam program ini mendapatkan dukungan dalam membangun tim, merancang rencana bisnis, menjalin kemitraan strategis, dan mempersiapkan presentasi kepada investor. Hasil perkembangan dari setiap startup akan dipresentasikan dalam acara demo day yang dijadwalkan pada bulan September mendatang.
Jared Silvia, mitra di Gliding Ant Ventures dan mantan CEO BlueDot Photonics, berperan sebagai mentor di CoMotion. Ia menekankan pentingnya mendukung para pendiri baru dalam upaya menjadikan kawasan ini sebagai pemimpin dalam teknologi iklim.
Di antara para peserta adalah Astraeus Ocean Systems yang menawarkan pemantauan kualitas air untuk budidaya kerang dan rumput laut. Benchmark Star membantu pengelola bangunan untuk mematuhi regulasi kebersihan lingkungan melalui otomatisasi pelacakan. Selain itu, OceanMade memperkenalkan pot berbahan dasar rumput laut yang ramah lingkungan bagi petani dan pembudidaya.
Startup lainnya termasuk EVQ, platform yang memudahkan pengguna dalam mengoperasikan kendaraan listrik, FlameWise yang memproduksi kiln portable untuk mengubah limbah kayu menjadi biochar, serta Seeking Ferments, yang memproduksi minuman fermentasi lokal.
Dengan berbagai inisiatif ini, harapannya adalah dapat menciptakan solusi inovatif demi keberlanjutan lingkungan.

