Situs Wilmartoto – Microsoft baru-baru ini merayakan dua dekade keberadaan pusat data pertamanya di Quincy, Washington, dengan mengadakan acara komunitas dan memberikan hibah sebesar $210.000 untuk organisasi lokal. Keberadaan perusahaan ini selama 20 tahun telah menciptakan banyak lapangan kerja dan berkontribusi pada pendapatan pajak yang mendukung infrastruktur setempat, termasuk sekolah menengah dan kantor polisi. Tingkat kemiskinan di Quincy juga menunjukkan penurunan yang signifikan, dari 27% pada 2013 menjadi 13% pada 2023.
Presiden Microsoft, Brad Smith, dalam sebuah wawancara, menyebut Quincy sebagai contoh sukses pengelolaan pusat data. Namun, tantangan baru muncul seiring dengan kekhawatiran berbagai komunitas di seluruh AS tentang dampak pusat data yang menggunakan energi besar, dapat meningkatkan tagihan utilitas, dan menekan pasokan air yang digunakan untuk pendinginan. Di Seattle, misalnya, saat ini dipertimbangkan moratorium selama setahun terhadap pembangunan infrastruktur komputasi semacam ini, sementara beberapa daerah lain di negara bagian sudah memberlakukan larangan.
Hasil survei Gallup menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh warga AS menolak pembangunan pusat data untuk aplikasi AI di sekitar mereka. Meski demikian, Smith menekankan pentingnya menyesuaikan model Quincy agar tetap relevan. Dia menyebut Microsoft telah meluncurkan Inisiatif Infrastruktur AI Berbasis Komunitas yang berkomitmen untuk bertindak sebagai tetangga yang baik, termasuk membayar biaya listrik secara penuh dan meninggalkan insentif lokal seperti pembebasan pajak properti.
Di Quincy, Microsoft telah menjadi pengelola pusat data terbesar, dan seiring meningkatnya permintaan, layanan publik setempat berniat menambah enam jalur transmisi baru yang diperkirakan menelan biaya hingga $260 juta. Microsoft telah berkomitmen untuk menyokong proyek ini dengan investasi lebih dari $2,6 juta. Smith menegaskan pentingnya memastikan manfaat dari perkembangan pusat data dapat dirasakan oleh komunitas lokal.

